Skip to main content

DAY 22 : SEKOLAH 2.0

Ternyata saya masih punya hutang ya, tulisan lanjutan tentang cerita sekolah saya masih bersambung. Maka dari itu,  karena ini bulan yang baik, mari menggenapkan segala hutang agar lunas tak bersisa. Sampai dimana cerita kita kemarin?

[Di Esempe juga saya mengalami first love, seingat saya sih... Hahaha. Kalau crush alias gebetan sih banyak, secara baik kakak kelas dan teman seangkatan banyak banget yang kece-kece. Tapi saya sadar dia first love setelah far-far away dan kita terpisah kelas dan status. #eaaa ]

Sebelum ke jenjang selanjutnya, mungkin ada satu fakta nyata yang ngga bisa dipungkiri oleh saya dan (mungkin) teman-teman saya. Teman saya itu kebanyakan laki-laki. Teman perempuan saya kebanyakan yang tipenya imut dan berbadan kecil. Bisa dibilang saya ini tipe-tipe Makoto Kino yang diserial Sailormoon itu. Padahal saya pengennya jadi Ami atau Usagi sekalian... Mwahahahaha.
Ngga sopan ya menyebut diri sendiri keren kayak gitu...
Waktu esempe, saya ini termasuk otaku, temen-temen saya otaku, mau yang laki-laki ataupun perempuan semua otaku. Duit jajan saya habis buat beli majalah Animonster, komik, dan barang-barang anime lainnya. Tapi jangan salah, teman-teman terdekat saya waktu itu malah ngga ada yang otaku. Hahaha. JAdi kalau saya sudah mulai meracau tentang anime-komik-betapa-kerennya-kenshin-himura, mereka cuma ngeliatin sambil geleng-geleng kepala. Terus dengan jahatnya bilang "Ya, ya, bangga banget sih, cuma kartun doang..." dengan muka lempeng dan tidak peduli. Hah, yang kayak gini diklaim sahabat ya! Hahaha.
Pertemanan sejati tidak mengenal ketersinggungan yang nyata.

SEKOLAH MENENGAH ATAS
Hey! Sudah SMA lho! Saya yang otaku cupu waktu SMP itu sudah SMA dan menjadi pasukan pengibar bendera 17 Agustus di tahun pertama. Sebagai pembawa baki! Yiipppiiieeee... *dangdutan*
Oh buat saya itu adalah salah satu waktu membahagiakan karena itu adalah tugas besar yang menurut saya penting untuk dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati! Iyalah... disuruh lari, disuruh sit-up, push-up, dijemur, buat apa? Buat jadi petugas dong! Dan berkenalan dengan kakak-kakak kelas yang kece.... Mwehehehehe....
Waktu MOS (ospek, cuy), ada tawaran untuk ikut kelas percobaan akselerasi. Apa itu? Humm, panjang, intinya sekolahnya cuma dua tahun. Karena nilai saya masuk diantara 50 besar ranking anak baru. Terbujuk iming-iming kuliah di usia muda, saya pun menyanggupi tawaran si Papa untuk mencoba seleksi. Hey, ternyata dari 50 itu, 50-50-nya ikut seleksi semua! Tesnya tertulis, psikotes dan fisik, udah mah ujian masuk, eh masih ujian masuk kelas lagi, kalo dipikir-pikir waks banget ujian terus! Tes fisiknya lari keliling lapangan. Psikotesnya, ya psikotes lah ya... Hari pengumuman, jreng! saya ranking 11. Otomatis masuk. Bersama 19 orang lainnya. Bahkan! Ada yang temen esde saya sekelas terus pun masuk juga... Ckckckck, Lampung memang kecil saudara-saudara.
Kesan-kesan menjadi anak Aksel? Ya kalau nanti anak saya disuruh aksel sama gurunya, kayaknya  ngga saya kasih deh... Slow down aja... Bukan, bukan karena saya tidak menikmati masa-masa berada di kelas Aksel, lebih karena... anoo... gini... ya itu juga sih! Hahaha. Jadi anak aksel itu berat. Kelas lain sudah pulang, kita masih belajar. Kelas lain libur, kita masih sekolah. Kelas lain classmeeting, kita masih ujian. Kelas lain bazaar, kita juga ikutan bazaar sih, menang lagi bikin kelas lain sirik! #eh
Terus ya, jadi anak aksel (angkatan pertama) itu diintimidasi sama kakak kelas karena kami dianggap mengambil jatah beasiswa dan PMDK untuk ke universitas. Sedih kan? Toh akhirnya kita ngga ada yang masuk pake PMDK, eh iya kan? Hahaha.
Tapi karena berat itu yang negrasain cuma itu-itu-lah orangnya, kami jadi dekat sekali sudah seperti keluarga. Bolos bareng sekelas. Ngelobi guru koordinator supaya libur nambah sehari. Ngerjain pe-er bareng-bareng (baca : satu orang yang buat yang lain bareng-bareng menyalin).Setiap orang punya jatah mengerjakan pe-er yang mana. Hahaha. Aduh maaf ya, itu karena banyak banget loh pe-er-nya, kayaknya kalau dikerjain sendirian ngga bakalan selesai. Nah, kalau saya biasanya kebagian yang mengarang-ngarang indah gitu deh... Hahaha. Curhat bareng-bareng, nangis bareng-bareng. Nonton film bareng-bareng. Ng-game di komputer sekolah bareng-bareng (iya dong, di kelas kami ada komputer, TV, alat lab, lemari buku, macem-macem deh!) Baca Harlequin dan nonton film dewasa bareng-bareng. Koleksi komik dan novel bareng-bareng. Dimarahin bareng-bareng sama guru reguler, dimaki-maki, dikata-katain anak pinter otak di dengkul, karena kelas kami berisik sendiri (salah siapa coba waktu istirahat kami dibuat setelah anak kelas reguler masuk setelah istirahat? Salah gue? Salah temen-temen gue? Ckckckck)
Banyak hal tidak terlupakan di kelas itu. #sniff
SMA juga saya masih jadi otaku lhoooo... dengan level yang berbeda. Saya dapet pinjaman anime ter-update plus CD-CD sountrack keren anime-anime paporit dari teman dekat kawan yang punya akses internet karena dia anak horang kayah. Laki-laki? Yes. Karena teman-teman otaku saya yang perempuan sudah habis, eh maksudnya, pindah sekolah keluar kota atau tidak satu SMA atau di kelas reguler. Tapi si ano ini kan reguler juga... Ngg... itu begini, karena suatu dan lain hal dari SMP kami... ya pokoknya deketlah. Apalagi ketika masuk SMA dia pacaran sama sohib saya di kelas Aksel. #senyumkalem #menerawangjauh
Sebenarnya, anak Aksel ngga sebegitu ter-isolir-nya sih... Tapi kami kesepian, kelasnya di ujung dan di lantai 2, serta ada pagar pembatasnya. Toh, saya juga masih bisa main sama karib-karib saya dari jaman SMP yang ada di kelas reguler. Janjian makan di kantin, kalau pas di kelas regulernya ngga ada guru, dan kami lagi istirahat. Atau kami yang Aksel ini yang nyamper ke kelas reguler. Si Ano itu kelasnya keseringan ngga ada guru, jadi dia sering nyamperin saya  pacarnya. Yang menarik, anak Aksel kalau keluar kelas pasti orang-orang pada ngeliatain. Soalnya kami cantik-ganteng-pinter-soleh-solehah-sih bergerombol kalau kemana-mana. Hahaha.
Apa? Siapa? Cinta pertama yang disebutkan di postingan Sekolah 1.0?
Oh, dia... Hahaha. Si cinta pertama monyet itu sayangnya mengambil jalur berbeda dan masuk ke sekolah asrama kenamaan di Magelang. Sampai sekarang pun kami masih berteman baik. Anaknya sudah dua.

Prestasi saya di kelas Aksel?
Oh, tidak ada yang mencolok kok... Saya mah rata-rata kelas aja sudah syukur. Saya malah mendendam sama salah satu kawan saya yang turun ke reguler. KOK DIA PINDAH NGGA NGOMONG-NGOMONG, NGGA NGAJAK-NGAJAK?! Hahaha. Dia termasuk si kawan yang sekelas terus dari esde, jadi sedikit banyak saya merasa terkhianati. Intinya saya lulus dengan berdarah-darah. Kok bisa? Gimana ngga? Nilai UN Matematika saya cuma separo lebih sedikit dari nilai Latihan UN-nya. Kan ngenes... Saya keasikan ngerjain satu soal yang agak susah, terus ngga sadar waktu dua jam sudah lewat, kan blo**! Untung lulus! Tapi konon kabarnya soal tahun saya itu memang luar biasa susahnya!


Wah, panjang!
Karena ini dibuat untuk mengisi waktu dari bel pulang kantor menuju azan ashar, dan saya sekarang mau solat ashar dulu dan lanjut pulang, maka kisah kuliahnya akan dilanjut lain kali.
Oh, ya, postingan saya sebelum ini mencapai hit luar biasa berkat seseorang, tidak pernah ada hit seperti itu di blog saya sebelumnya. Hahaha. Padahal tulisan itu masih bau naga.... Anyway, makasih lah ya, Om...


XOXO,
Selamat berbuka puasa dengan yang manis,
boleh pandang-pandang suami/istri yang manis sambil menunggu berbuka,
kalau jomblo, ya pandangin aja gelas air putihnya.
Sama kurmanya.

Comments

  1. Aku kakak kelas yang tidak mengintimidasi, kok *senyum manis*. Btw, baru mampir lagi setelah empat ratus tahun nggak ke sini dan liat tampilan blognya lebih okeh. Kesannya misterius githuuu..^,^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!