Skip to main content

KEMBALI

Meeeennn....
Bulan Mei lewat begitu saja tanpa saya bisa menuliskan apapun.
Padahal sesungguhnya dari lubuk hati yang terdalam banyak yang ingin saya tulis.
Bulan Mei dahsyat, Men! Media Sosial sudah seperti ajang coldwar dari kubu manapun.

Antara pengen ngikutin, sama gerah, tapi teuteup dibaca.

Saya butuh sih informasinya. Seenggaknya melihat dunia bergerak dengan orang-orang yang terkotak-kotak buatan kotaknya sendiri itu.... mmmm.... menarik!
Kalau saya kotak yang mana?
Ah, saya mah gini-gini aja, lagi rajin jualan buku untuk bayi-bayi-batita-dan-balita, supaya Indonesia bisa lebih maju dan generasi penerusnya ngga hobi buat ngotak-ngotak-in orang.
Saya juga kadang ngotak-ngotak-in orang sih, beli di daerah Tanggamus, deket Kotaagung, biasanya sih nitip sama bulek saya yang tinggal di daerah sana. Enak banget loh otak-otak ikannya. #eh

Tapi saya sedih, kenapa agama saya banyak dicerca sama orang-orang yang ngga paham dan ngerti tentang agama saya. Kan go**** namanya! Padahal itu kan oknum. Seharusnya yang ngga paham jangan ikut-ikutan menyudutkan lah. Soalnya jadi membangkit kanan-kiri yang adem ayem yang paham dan yang ngerti tentang agama saya. Terus yang adem ayem yang paham dan yang ngerti tentang agama saya itu balik dipertanyakan dan dicerca dan dicela dan kemudian dirundung. Kemudian yang adem ayem yang paham dan yang ngerti tentang agama saya itu balik dipertanyakan dan dicerca dan dicela dan kemudian dirundung itu akhirnya menjadi ngga sabar dan membalas dan menyebabkan kekisruhan dan kekacauan. Hey, STOP!

STOP! Iya kamu, yang seagama sama saya, STOP! Kalau kamu  ngga paham jangan sok-sok-an paham, apalagi sok-sok-an membela salah satu yang sesuai hatimu. Diam itu menjadi emas kalau ketika kamu berbicara mengutarakan pendapat tapi isinya sampah. Lalu kamu yang adem ayem yang paham dan yang ngerti tentang agama saya kemudian balik dipertanyakan dan dicerca dan dicela dan kemudian dirundung itu akhirnya menjadi ngga sabar dan membalas dan menyebabkan kekisruhan dan kekacauan, kamu juga STOP! Nggak ada faedahnya, serius, nggak ada faedahnya. Mending berdoa, minta supaya tulisan dan lisannya dijaga sama Allah SWT untuk ngga menyakiti orang lain dan akhirnya menyakiti diri sendiri di akhirat (you know what i mean).

Dan kamu yang adem ayem yang paham dan yang ngerti tentang agama saya tapi memilih tetap diam dan mengingatkan di belakang, TERIMA KASIH. #heart #heart #heart

Selamat pagi, selamat berpuasa
XOXO

Comments

  1. Ini bijak sekali dan membuat saya salute 🤘

    Dan yaaa yg mencela & punya pikiran negatif itu cuma karena nggak ngerti, anggap aja begitu

    Melelahkan sekali memang

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat puasa oom... ih aku takjub liat yang sepedaan jauh bener sampek surabaya... hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!