Skip to main content

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbanget
Coba energimu itu bisa menghasilkan listrik untuk penerangan di daerah terpencil. #ngaco

Coba saya daftar ya, yang besar-besar saja (bonus 'objektifitas' saya) :
- Kasus Habib Rizik,
Saya ngga mau membela siapa-siapa, karena emang si Bapak ini omongannya suka kasar, 11-12 sama bapak yang satu lagi (you know who). Tapi, tapi ya Saudara-saudara, dalam agama saya, Mubahalah yang dibuat si Bapak Rizik ini bukan sesuatu yang enteng seperti surat bermaterai. Mengapa? Karena materai sih segel dunia, tapi mubahalah itu segel akhirat. Dan saya jadi ngeri. Sumpah, saya ngeri setakut-takutnya.
Apa itu mubahalah? Liat disini deh, iya saya tau kamu lagi puasa jadi males gugling2 kan... hahaha.

- Tentang si dedek.
Dedek mana? Taulah itu yang namanya di-anagram-kan. Tulisannya viral dong, terus saya ngga sreg dong. Mengapa? Karena saya tidak mau melihatnya dari kacamata dia yang baru selesai bau ingus, alias remaja. Sedangkan saya orang dewasa yang sedang berusaha meneguhkan iman. Pesan tersuratnya bagus, kerukunan, tidak saling menghujat, semua manusia sama, ya gitu deh... Moral secara umum. Tapi, ini tapinya saya, dia bicara AGAMA. Yang saya tangkap sih, tulisannya ada bau-bau macam pernyataan lawas bahwa semua agama sama, mengajarkan kebaikan, dan bahwa agama itu adalah sesuatu yang diturun-temurunkan. Betul mengajarkan kebaikan, tapi cara, entri perilaku, dan hasil yang didapat berbeda. Satu saja, di dalam agama ada aspek AKIDAH yang ngga bisa dicampur-campur. Agamaku, agamaku, agamamu, agamamu. Jadi kalau ada yang bilang yoga itu kurang lebih kayak solat, ya saya sanggah. Beda tauk, solat itu ibadah yang diturunkan Allah SWT kepada Rosul SAW yang syarat dan rukunnya ribet, njalaninnya sulit, ninggalinnya paling mudah (kata imam Ghazali) tapi kebaikannya luar biasa buat yang melaksanakan. Hasilnya apa? Surga. Permisi sebentar... kamu-kamu-kamu yang ngga percaya kehidupan akhirat ngga akan paham apa yang saya tulis. Jadi saya juga ngga akan maksa kamu buat percaya. Jadi tolong jangan mengeluarkan argumen " Tapi kehidupan akhirat kan belum terjadi, apa jaminannya?". Saya jawab sekarang ya, buat saya, Allah jaminannya. Tah di-bold. Kalau yoga, yoga itu temuan manusia, dikategorikan sebagai olahraga. Yoga bermanfaat membuat tubuh lebih sehat, bugar, dan singset. Saya suka yoga, apalagi untuk ibu hamil, sangat membantu, sangat direkomendasikan.
Hubungannya sama si dedek perumpamaan ini apa?
Begini, saya pribadi, waktu pertama membaca tulisan viral itu bingung, something is missing, a very important one. Saya pikirin itu berhari-hari, itu tulisan betul tapi terasa amat salah. Sampai suatu ketika, teteh saya jaman kuliah menulis status yang kurang lebih bahwa agama bukan warisan, karena di dalamnya ada keimanan yang tidak diwarisi. (kayak lagunya Raihan itu lho, tau ngga?)  JDER! Kesamber petir... hahaha. Terus saya dibilangin sama pakde di seberang lautan, wajar kalau saya bingung bacanya karena parameter yang saya gunakan ngga sama dengan parameter si penulis karena saya melibatkan keimanan di dalamnya. Sudut pandangnya beda. Gitu kata dia. (eh, kalo ngerasa diomongin bersin-bersin ngga pakde? Hayo ngakuuu...)
Tapi menurut saya, justru harus dengan kacamata keimanan, karena yang dia bahas itu AGAMA. Karena kalau ngga, bisa-bisa terombang-ambing kayak buih di lautan. (eh pada ngerti ngga kalau pake istilah ini?) Agama itu seperti Gunung es, yang terlihat itu yang umum dan mungkin serupa dengan kebijakan, baca ya : KEBIJAKAN, di agama lain. Misalnya tidak boleh membunuh, harus saling menyayangi, saling menghormati, saling toleransi, ngga boleh jahat sama orang. Nah, yang dibawah lautan itu lebih luas lagi. Masalahnya, kalau orang sudah terpaku atau terpukau sama yang kelihatan, yang tersimpan itu kadang tidak dihiraukan, bahkan terlupa. Padahal yang di bawah itu adalah pijakan dasar, esensinya, tata cara, ibadah-ibadah, kebaikan-kebaikan yang lebih mendalam, yang semuanya mungkin saja akan dipandang berat sama orang yang terlalu terpukau menikmati puncak gunung. Jarang ada yang mau menyelam sampai dasar. Jadi kalau cuma terpukau sama tulisan itu tanpa bisa menyelami dalamnya, niscaya setelah me-like tulisannya si dedek, besoknya pasti tulisan si-kontra-dedek juga di-like. Paham ngga sekarang? Masih belum? Intinya jangan ditelen mentah-mentah lho, dilihat lagi, dibaca lagi, dipelajari lagi, apa memang benar agama itu WARISAN seperti yang dia bilang? Kalau cuma masalah dia terlahir di keluarga mana apa dia bisa memilih dia lahir di keluarga mana, anak esde juga tahu kayaknya sih... Kayaknya lho.. anak saya masih belum sekolah soalnya.

Dan, kehebohan selanjutnya, masih tentang si dedek yang dituduh plagiat. Oh, saya ngga ambil pusing. Biarkan saja, urusan dia sama Allah SWT itu mah.. Dan kalau dia berlaku sombong melalui komen yang dia balas kepada pembacanya, mohon maklum, A-Be-Ge.

- Bom meledak di seluruh penjuru dunia.
Teroris ngga punya agama. Kalau kita sepakat dengan kalimat ini, maka semua tindakan bom bunuh diri atas nama agama apapun tidak bisa dibenarkan. Mereka cuma oknum. OKNUM. Sekali lagi, OKNUM. Tidak perlu digeneralisir.
Etapi saya sempet kecewa, kemarin ada temen saya yang psotin gtentang bom-bom ini kalimatnya begini "Religion of peace, my ass", dan dia seagama kok sama saya. Saya gedeg, iyalah! Gedeg banget! Karena agama saya terkait erat sama jargon itu. Tapi saya ngga protes ke beliaunya, karena teman dia, yang juga teman saya, sudah menyatakan keberatannya.

- Persekusi dimana-mana.
Persekusi yang dilakukan oleh segelintir orang... oh, wait! apa? Persekusi? Coba baca ini :
persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis
Sumber : KBBI daring.
Penggunaan kata yang berlebihan, karena persekusi itu setara dengan genosida. Tau kan genosida? 
Mari berhenti menggunakan kata itu. Ganti dengan penganiayaan atau pemukulan, langsung ke perilakunya, ngga usah pakai istilah yang berlebihan. 

- Pak Amien dipanggil KPK
Belum jelas. Saya sangat menghormati Pak Amien, dia teh sederhana pisan... Saya sedih, kalau ini cuma fitnah, alangkah kejinya orang-orang itu. Alangkah zolimnya manusia-manusia itu. Katanya doa orang zolim itu sangat mudah dikabulkan oleh Allah SWT, saya nitip doa boleh ngga ya? #plak

NAH, sekian trending topik yang sempat terbaca beberapa minggu belakangan ini. Akhirul kalam, kalau ada yang ngga suka, ya mohon maaf dan tolong dimaafkan, saya juga bertanggung jawab atas tulisan ini sama Allah SWT langsung. Oke oce? #eh

XOXO,
selamat sore, dan selamat berbuka puasa ya, 
nanti tapi, 
kalau udah adzan magrib.


Hehehe.

Comments

  1. Tulisan bagus ini harus dibagikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atulah... 😅 ini mah ga ada apa-apa-nya mas-om-rd 😢

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!